Kertas Kerja Bertajuk Arung, Topanrita, dan Anregurutta dalam Masyarakat Bugis Abad ke-20.
Bagaimana idealnya seorang cendekiawan bersikap terhadap kekuasaan? Ada yang berpendapat, cendekiawan seharusnya tidak terlibat dalam kekuasaan. Yang lain melihat cendekiawan bisa berperan ganda; sebagai otoritas birokratik yang baik sambil tetap berperan sebagai intelektual yang teguh memelihara kejernihan idealisme dan bersikap kritis terhadap kenyataan sosial di luar ling-kungan birokrasi. Namun demikian, karena cendekiawan (intellectual) pada dasarnya lebih merupakan kapasitas dan kualitas ketimbang status dan posisi, cendekiawan dan kekuasaan memang tidak perlu diposisikan secara dikotomis. Dengan menggunakan perspektif Antony D. Smith, yang melekatkan istilah intellectual untuk “ a type of personality and mental attitude,”1 dapat dikatakan bahwa kecen-dekiaan adalah kapasitas pribadi yang bisa dimiliki oleh siapa pun sekaligus sebagai akumulasi peran seseorang di bidang-bidang non-intelektual, termasuk birokrasi...LAGI...
>>>>>>>>>>>
No comments:
Post a Comment