Friday, April 29, 2016

The Bugis Merchant Haji Mohamad Said La Chongkeng bin Daeng Patompo’

Haji Mohamad Said bin Daeng Patompo’ merupakan cucu kepada Daeng Tadeleh, saudagar Bugis dan pemilik kapal yang kaya di Kalimantan. Terdapat 2 perbezaan yang ketara antara Haji Mohamad Said dengan saudagar-saudagar Bugis yang awal di Singapura. Yang pertama, Haji Mohamad Said mengumpul modal bukan dengan menjalankan perdagangan antarabangsa dengan berlayar ke seluruh pelosok Alam Melayu, seperti yang dilakukan oleh Daeng Passendrik dan Haji Omar. Yang kedua, Haji Mohamad Said lebih menumpukan pelaburannnya dalam bidang perladangan dan sebahagian kecil dalam bidang perumahan...LAGI....
>>>>>>>>>>>>
CATATAN AO
Lihat Link Berikut @ 

The Bugis Merchant Haji Osman Daeng Passendrik Ambo’ Dalle’ bin Haji Ali

Nama Daeng Passendrik tidak terkenal seperti Ambo Sooloh (yang dikenali sebagai Municipal Commissioner mewakili masyarakat Melayu Singapura) dan ayahnya Haji Omar Ambo Dai’ [Ambok Daik] bin Ali, seorang lagi hartawan Bugis asal Wajo yang berjaya di Singapura. Namun beliau, yang bersaudara dengan Haji Omar yang baru disebutkan, merupakan seorang jutawan Bugis yang terawal serta memiliki hartanah yang banyak di Singapura meliputi rumah kedai dan kediaman di merata Kampong Rochor. Pada tahun 1899, Daeng Passendrik telah digelar “wealthy Bugis merchant” oleh suratkhabar Singapore Free Press and Merchantile Advertiser....LAGI.....
>>>>>>>>>>>
CATATAN AO.
Ikuti Link Berikut @


Saturday, March 12, 2016

Wednesday, February 10, 2016

Prilaku Politik Orang Bugis Dalam Dinamika Politik Lokal

Proses politik merupakan awal berangkatnya peradaban Bugis-Makassar. Konsep ini dapat dilihat dari fakta sejarah bahwa hampir semua kerajaan atau sistem pemerintahan di Bugis dan Makassar terbangun dari adanya perjanjian politik antara kelompok (Anang) dalam wilayah pemukiman masing-masing (Wanua) untuk mengangkat To Manurung sebagai pemimpin atau raja mereka. Seperti di Kerajaan Luwu, Kerajaan Gowa, Kerajaan Bone, Kerajaan Pammana, Kerajaan Soppeng, Kerajaan Sinjai, dan Kerajaan Toraja meyakini bahwa founding fathers kerajaannya adalah To Manurung. (Mattulada,1975 dan 1998, Laica Marzuki,2005, Pelras, 2006)...LAGI...
>>>>>>
CATATAN AO
Lihat Link Berikut  @ file:///Users/mdsalleh/Downloads/AAhmadYani.pdf

Saturday, January 9, 2016

Islam & Adat : Tinjauan Akulturasi Budaya Dan Agama Dalam Masyarakt Bugis

Kajian Islam dan adat menjadi wacana untuk melihat bagaimana perjumpaan antara agama dengan budaya lokal. Perkembangan terkini menunjukkan adanya harmoni dan interaksi diantara keduanya. Sehingga ada proses akulturasi dalam menampilkan praktik beragama pada kehidupan sehari-hari.
...LAGI....
>>>>>
CATATAN AO

Lihat Link Berikut @ http://download.portalgaruda.org/article.php?article=149700&val=5898

Saturday, January 2, 2016

BUANG - The Lost Malay Scientist

This documentary goes on the tracks of Buang Bin Mohammed Ali, faithful assistant to the famous Russell A. Wallace, explorer of the Malay Archipelago in the 19th Century. Here, we discover how Buang was a scientist himself, conducting his own science. We start with a recently-discovered trunk...
Please check the video @ BUANG The Lost Malay Scientist

Sunday, December 20, 2015

Pantang Larang Masyarakat Bugis Di Selangor

MENJEJAK JATIDIRI BANGSA (SEJARAH) - Pantang Larang Masyarakat Bugis Di Selangor 
Masyarakat Bugis di Selangor adalah merupakan pecahan dari masyarakat Melayu di negeri tersebut sebagaimana adanya  masyarakat Jawa, Banjar, Minang, Mandiling dan sebagainya. Namun masyarakat Bugis di Selangor mempunyai sejarah tersendiri dan menarik. Orang Bugis berasal dari kepulauan Sulawesi. Sebagai `Bangsa Pelaut-Pedagang` , maka bukti-bukti kehadiran orang-orang Bugis ke Tanah Melayu sejak zaman Melaka lagi...LAGI...
>>>>>>>> 
CATATAN NAO

Sekadar Maklumat