Monday, October 24, 2016

Arung, Topanrita, dan Anregurutta dalam Masyarakat Bugis Abad ke-20

Kertas Kerja Bertajuk Arung, Topanrita, dan Anregurutta dalam Masyarakat Bugis Abad ke-20.
Bagaimana idealnya seorang cendekiawan bersikap terhadap kekuasaan? Ada yang berpendapat, cendekiawan seharusnya tidak terlibat dalam kekuasaan. Yang lain melihat cendekiawan bisa  berperan ganda; sebagai otoritas birokratik yang baik sambil tetap  berperan sebagai intelektual yang teguh memelihara kejernihan idealisme dan bersikap kritis terhadap kenyataan sosial di luar ling-kungan birokrasi. Namun demikian, karena cendekiawan (intellectual) pada dasarnya lebih merupakan kapasitas dan kualitas ketimbang status dan posisi, cendekiawan dan kekuasaan memang tidak perlu diposisikan secara dikotomis. Dengan menggunakan perspektif Antony D. Smith, yang melekatkan istilah intellectual untuk “ a type of  personality and mental attitude,”1 dapat dikatakan bahwa kecen-dekiaan adalah kapasitas pribadi yang bisa dimiliki oleh siapa pun sekaligus sebagai akumulasi peran seseorang di bidang-bidang non-intelektual, termasuk birokrasi...LAGI...
>>>>>>>>>>>

Friday, April 29, 2016

The Bugis Merchant Haji Mohamad Said La Chongkeng bin Daeng Patompo’

Haji Mohamad Said bin Daeng Patompo’ merupakan cucu kepada Daeng Tadeleh, saudagar Bugis dan pemilik kapal yang kaya di Kalimantan. Terdapat 2 perbezaan yang ketara antara Haji Mohamad Said dengan saudagar-saudagar Bugis yang awal di Singapura. Yang pertama, Haji Mohamad Said mengumpul modal bukan dengan menjalankan perdagangan antarabangsa dengan berlayar ke seluruh pelosok Alam Melayu, seperti yang dilakukan oleh Daeng Passendrik dan Haji Omar. Yang kedua, Haji Mohamad Said lebih menumpukan pelaburannnya dalam bidang perladangan dan sebahagian kecil dalam bidang perumahan...LAGI....
>>>>>>>>>>>>
CATATAN AO
Lihat Link Berikut @ 

The Bugis Merchant Haji Osman Daeng Passendrik Ambo’ Dalle’ bin Haji Ali

Nama Daeng Passendrik tidak terkenal seperti Ambo Sooloh (yang dikenali sebagai Municipal Commissioner mewakili masyarakat Melayu Singapura) dan ayahnya Haji Omar Ambo Dai’ [Ambok Daik] bin Ali, seorang lagi hartawan Bugis asal Wajo yang berjaya di Singapura. Namun beliau, yang bersaudara dengan Haji Omar yang baru disebutkan, merupakan seorang jutawan Bugis yang terawal serta memiliki hartanah yang banyak di Singapura meliputi rumah kedai dan kediaman di merata Kampong Rochor. Pada tahun 1899, Daeng Passendrik telah digelar “wealthy Bugis merchant” oleh suratkhabar Singapore Free Press and Merchantile Advertiser....LAGI.....
>>>>>>>>>>>
CATATAN AO.
Ikuti Link Berikut @


Saturday, March 12, 2016

Wednesday, February 10, 2016

Prilaku Politik Orang Bugis Dalam Dinamika Politik Lokal

Proses politik merupakan awal berangkatnya peradaban Bugis-Makassar. Konsep ini dapat dilihat dari fakta sejarah bahwa hampir semua kerajaan atau sistem pemerintahan di Bugis dan Makassar terbangun dari adanya perjanjian politik antara kelompok (Anang) dalam wilayah pemukiman masing-masing (Wanua) untuk mengangkat To Manurung sebagai pemimpin atau raja mereka. Seperti di Kerajaan Luwu, Kerajaan Gowa, Kerajaan Bone, Kerajaan Pammana, Kerajaan Soppeng, Kerajaan Sinjai, dan Kerajaan Toraja meyakini bahwa founding fathers kerajaannya adalah To Manurung. (Mattulada,1975 dan 1998, Laica Marzuki,2005, Pelras, 2006)...LAGI...
>>>>>>
CATATAN AO
Lihat Link Berikut  @ file:///Users/mdsalleh/Downloads/AAhmadYani.pdf

Saturday, January 9, 2016

Islam & Adat : Tinjauan Akulturasi Budaya Dan Agama Dalam Masyarakt Bugis

Kajian Islam dan adat menjadi wacana untuk melihat bagaimana perjumpaan antara agama dengan budaya lokal. Perkembangan terkini menunjukkan adanya harmoni dan interaksi diantara keduanya. Sehingga ada proses akulturasi dalam menampilkan praktik beragama pada kehidupan sehari-hari.
...LAGI....
>>>>>
CATATAN AO

Lihat Link Berikut @ http://download.portalgaruda.org/article.php?article=149700&val=5898

Saturday, January 2, 2016

BUANG - The Lost Malay Scientist

This documentary goes on the tracks of Buang Bin Mohammed Ali, faithful assistant to the famous Russell A. Wallace, explorer of the Malay Archipelago in the 19th Century. Here, we discover how Buang was a scientist himself, conducting his own science. We start with a recently-discovered trunk...
Please check the video @ BUANG The Lost Malay Scientist